Dalam rangka memperingati Malam Nuzulul Qur’an 1438 H (2017) di Mesjid Miftahul Huda menyelengarakan pengajian  yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qoriah Satimah, Ahad (11/6) malam.

9248ac52-b404-4b19-b798-65ec3c2b701a

Acara peringatan Nuzulul Qur’an digelar setelah para jamah mesjid Miftahul Huda melaksanakan sholat Isya dan Taraweh berjamah, yang menjadi penceramahnya Ustadz Endang yang merukan Penasehat MUI Desa Sidamulih.

80742a1b-6c4b-4fac-9a13-2c2d34ac5024

Dalam ceramahnya, ustadz endang mengajak agar tetap yakin jangan ragu-ragu bahwa Al-Quran adalah imam umat islam dan pedoman hidup kita semua, karena Al-Quran akan ditanyakan oleh malaikat nanti di alalm Qubur.

“Setelah Nabi Muhammad,SAW diangkat jadi Rossul agar menjadi rohmat bagi umat manusia sampai akhir jaman,dan sebagai Rossul yang terakhir,  Allah SWT menurunkan wahyu yang pertama kepada Nabi Muhammad,SAW yaitu surat Al-Alaq yang di wahyukan kepada Rasulullah  saat itu hanya tiga ayat dari sembilan ayat, yaitu  Iqra’ biismi rabbikal-ladzii khalaq(a).  Khalaqa-insaana min ‘alaq(in). Iqra’ warabbukal akram(u),yang artinya Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah.” tuturnya

e18ca1eb-5af8-44f4-9c36-d899ba48bfe3

Surat Al-Alaq menceritakan tentang terciptannya manusia dari segumpal darah yang hina, yang merupakan proses lahirnya manusia yang ketiga, karena yang pertama diciptakan dari tanah yaitu Nabi Adam, yang kedua Siti Hawa diciptakan dari tulangrusuk Nabi Adam.

Pada intinya, peringatan Nuzulul Qur’an untuk menguatkan keimanan terhadap Allah,SWT,”Janganlah tingalkan amalan-amalan sunnah yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad, SAW, dan jangan jaukan Al-Qur’an dari kehidupan sehari-hari “ pungkasnya. ( man17)

Peringatan Nuzulul Qur’an Di mesjid Miftahul Huda DKM II Legokmenol

2 thoughts on “Peringatan Nuzulul Qur’an Di mesjid Miftahul Huda DKM II Legokmenol

  • Juni 17, 2017 at 08:50
    Permalink

    Bacalah (iqro) mengajak pada umat Islam untuk senantiasa cermat, mengamati, dan memverifikasi panca indranya dalam bekerja. Selalu ada ruang untuk dialog dalam membaca, karena setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda.

    Reply
    • Juni 17, 2017 at 09:35
      Permalink

      Berbeda itu indah

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *